(PANDUAN ILMU)Mengenal Keterampilan Diri



Kata maharah memiliki dua pengertian:

Pertama, maharah ialah sesuatu yang bisa Anda kerjakan dengan baik

Kedua, maharah ialah tindakan dan pikiran yang menghasilkan kepuasan dan kebanggan tingkat tinggi, yang memberikan kompensasi moral maupun material untuk sebuah prestasi dan profesionalisme.


Keterampilan manusia

Allah Ta’ala menjadikan manusia memiliki keterampilan yang berbeda-beda agar mereka saling melengkapi. Setiap individu perlu membekali diri dengan sejumlah keterampilan karena berbagai alasan, antara lain:

1. Mencari yang manfaat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan agar kita membekali diri dengan segala sesuatu yang bermanfaat, baik untuk kepentingan dunia maupun akherat. Beliau bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun pada diri masing-masing terdapat kebaikan. Bekalilah dirimu dengan sesuatu yang bermanfaat bagimu. Memohonlah kepada pertolongan kepada Allah dan jangan menyerah.” (HR. Muslim).

2. Nilai seseorang adalah sama dengan apa yang bisa dikerjakannya dengan baik

Semua orang yang berakal sehat- muslim maupun kafir- sepakat bahwa nilai sesorang adalah sama dengan apa yang bisa dikerjakannya dengan baik. Ini berlaku dalam konteks masalah duniawi.

3. Menguasai keterampilan secara professional adalah cara efektif mempengaruhi seseorang.

Jika orang semacam itu berbicara, semua hati akan mengerti. Jika dia menuangkan pikiran-pikirannya secara tertulis, maka semua akal sehat akan menerima. Dialog yang kuat menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap misi yang diemban, sabar dan tabah serta tidak jemu dengan jalan yang panjang.



Prinsip-prinsip untuk menggapai dan merawat keterampilan

Untuk menguasai, mengembangkan dan merawat keterampilan, ada sejumlah prinsip yang harus dipahami, yaitu:

1. Keterampilan tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Ini berarti mutlak dibutuhkan upaya dan perhatian untuk menambah dan meningkatkannya.

2. Jika Anda tidak berhasil mengembangkan keterampikan Anda, maka Anda seharusnya berhasil jika Anda mendasarkannya pada ketrampilan yang sesuai dengan potensi Anda.

3. Mempelajari keterampilan yang sesuai dengan potensi dan bakat Anda, akan membuat Anda terhindar dari kepayahan yang tidak perlu.

4. Jika Anda mencoba duduk diantara dua kursi, maka Anda akan terjatuh diantara dua kursi tersebut. Jadi Anda harus memilih satu kursi. Pribahasa ini mempertegas adanya keharusan untuk menentukan konsentrasi dan spesialisasi.

5. Untuk melanjutkan pengembangan ketrampilan, Anda harus berkonsultasi dengan satu orang atau lebih.

6. Keterampilan tidak akan datang dengan mengetuk rumah setiap orang, lalu masing-masing bisa mengambil bagiannya. Oleh karena itu, setiap orang harus secara aktif mencari keterampilan yang ingin dikembangkannya. Untuk tujuan itu dia harus rela mengorbankan darta dan waktu.



Bagaimana acara mengenali potensi diri..?

1. Melalui beberapa pengalaman pribadi

Setelah seseorang mencoba melakukan sejumlah aktivitas, maka dia akan menemukan bakat dan kemahirannya pada bidang tertentu. Kelemahan cara ini adalah memerlukan energy dan waktu yang panjang, yang kadangkala seseorang dapat mengambil suatu kesimpulan dan kadangkala tidak.

2. Melalui informasi dan saran yang diberikan oleh orang dekat.

Seorang karyawan atau pelajar terkadang tidak sempat memikirkan tentang potensi apa yang dimilikinya. Namun tentunya ia memiliki sejumlah orang dekat yang bisa mengidentifikasi sifat-sifat tertentu yang memperkuat potensinya untuk mengembangkan suatu keterampilan tertentu. Keunggulan cara ini adalah seseorang terhindar dari upaya dan waktu yang sia-sia.



Ciri-ciri keterampilan pribadi Anda

1. Anda merasa bahwa diri Anda tertarik dengan bidang itu.

2. Anda merasa bahwa diri Anda antusias dan cepat dalam mempelajari keterampilan tersebut.

3. Anda merasa bahwa diri Anda mahir dalam bidang tersebut dan didukung pujian oleh orang yang berkompeten dalam bidang itu.



Kendala-kendala dalam menguasai keterampilan

a. Kendala internal

1. Perasaan tidak mampu dan lemah kemauan

Orang lemah kemauan dan puas dengan ketidakmampuannya tidak akan pernah beranjak dari tempatnya. Orang seperti ini tidak akan pernah maju dan tidak akan berkembang.

2. Terlalu sibuk dengan titik lemah

Titik lemah adalah segala sesuatu yang menghambat produktifitas seseorang dan mengurangi penghargaan terhadap diri sendiri. Terlalu menyibukkan diri dengan titik lemah akan membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya.

3. Tidak percaya diri

Tidak percaya pada diri sediri akan berpengarug negative terhadap progresifitas dab aktivitasnya. Percaya diri berarti:

- Keyakinan terhadap target dan keputusan yang diambil

- Keyakinan terhadap kemampuan dan potensi diri.

Indikasi tidak percaya diri

- Merasa bahwa orang lain mencemaskan dirinya.

- Menyalahkan dirinya bahwa dirinya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan

- Merasa bahwa orang lain meremehkan dirinya

- Cepat menyerah menghadapi kesulitan

4. Tidak fokus

Tidak fokusnya konsentrasi seseorang terhadap ketrampilan tertentu akan menyebabkan dirinya tidak mampu mengembangkan dan memanfaatkan keterampilan apa pun.

5. Alasan yang klise

- Determinasi genetik

Ada sebagian orang yang berulang kali menyatakan bahwa penyebab ketidak peduliannya terhadap pengembangan potensi dirinya adalah faktor genetik yang ia warisi dari para leluhurnya, termasuk sikap pasifnya yang fatal dan kemauannya yang lemah.

- Determinasi personal

Ada sebagian orang yang malas mengembangkan potensi dirinya beralasan bahwa hal itu disebabkan buruknya kondisi pendidikannya dimasa kecil.

- Determinasi lingkungan

Seringkali kita menemukan orang-orang yang menyakini bahwa kondisi riil yang dialaminya menyebabkan dirinya tidak mampu mengasah berbagai keterampilan.

b. Kondisi eksternal

1. Tidak tersedianya fasilitas

Sebagian keterampilan tidak dapat dilakukan tanpa sarana dan alat-alat tertentu.

2. Tidak adanya lingkungan yang mendukung

Dukungan masyarakat memiliki pengaruh yang dahsyat terhadap moral seseorang dalam mempelajari dan mengembangkan keterampilannya.

c. Salah jalan

Banyak orang mengalami kegagalan bukan karena kebodohannya, melainkan karena mereka menempuh jalan yang salah dalam memilih keterampilan. Maka orang yang ingin menggapai sukses dan prestasi yang spektakuler harus menyesuaikan antara keterampilan dan keinginannya agar bisa mencapai tujuan yang diidamkannya.



Sumber: Melejitkan Potensi diri, Adil bin Muhammad Al-Abd: Elba